Sabtu, September 24, 2016

Tuhan...

Tuhan Yesus...
Malam ini, aku hanya ingin bersamaMu
Menceritakan semua keluh kesahku.

Tuhan Yesus...
Malam ini Aku hanya ingin bersamaMu
Engkau yang selalu bisa merasakan tetesan air mataku
Meskipun aku hanya terdiam dan menangis,
Aku selalu merasa lega, walaupun tak sanggup mengungkapkannya kepadaMu
Tuhan Engkau terlebih tahu, aku percaya!!
Engkau pasti sangat tahu kalau aku sudah sangat lelah...

Tuhan Yesus...
Malam ini, aku tidak lagi memaksaMu untuk menjawab doaku..
Aku tidak lagi mempertanyakan hal yang sama berulang kali, yang seolah meragukan janjiMu.
Bukan karna aku putus asa..
tapi karna malam ini aku hanya ingin didengar olehMu..
Merasakan kehadiranMu
Aku hanya membutuhkan kekuatanMu untuk melawan ketakutanku.
Supaya janjiMu tak lagi terhalang oleh ketakutanku itu.

Tuhan Yesus
Ampuni anakMu yang bodoh ini
Aku tahu, aku terlalu egois untuk itu,
Bukankah anakMu tak hanya aku?
Tapi selalu ingin segala sesuatunya cepat.
Aku ingin selalu didahulukan.

Setiap kali aku berkata "Tuhan aku lelah..."
Engkau selalu menjawab "sedikit lagi anakKu"
meskipun aku tak tahu kapan waktu itu.
Aku tak pernah sadar, kalau Engkau selalu terlibat didalamnya
Engkau tak pernah sedetikpun meninggalkanku.
AnakMu memang benar benar bodoh!

Jujur Aku benci dengan prosesMu Tuhan
Yang terlalu rumit dan sukar diterima nalar
tanpa aku memikirkan justru prosesMu itulah yang membentuk aku.
Tapi aku ingin cepat, aku tidak ingin melalui proses yang melelahkan ini.
Aku ingin segera mencapai hasilnya dan tersenyum lega.

Aku ingat!! dulu Engkau selalu dengan cepat mengabulkan doaku..
Ketika aku menginginkan sesuatu, dengan kata kata luguku kepadaMu
Engkau selalu mengabulkan doaku..
Bahkan tidak jarang sebelum aku minta, yaa masih dalam angan angan
Engkau sudah mengabulkan doaku itu.
Sudah tak terhitung, betapa dulu Engkau sangat memanjakanku
Seolah akulah satu satunya anakMu

Tapi, kenapa sekarang Engkau seperti terasa jauh Tuhan?
Apa aku melakukan kesalahan?
Apa aku mengecewakanMu?
 Apa Engkau hanya ingin menguji Aku?

Tuhan Yesus,
Aku tidak ingin meributkan hal itu, dan mempertanyakan terus tentang itu
dengan imajinasi dan pemikiranku sendiri.
Yaa Aku tahu, aku bukan anak kecil seperti dulu lagi..
yang berdoa dengan kata kata singkat yang lugu,
Sekarang anakMu sudah tumbuh dengan dewasa,
Tapi, justru karena sudah dewasa aku malah dihinggapi rasa kuatir.
Dengan berbagai pertimbangan pertimbangan logika yang seolah sok pintar
Dengan pengalaman pengalaman tanpa melibatkanMu di dalamnya.

Aku tidak lagi bersikap seperti anak kecilMu yang polos..
Ampuni aku Tuhan, Aku meragukan KasihMu
Ketakutanku lebih besar dari imanKu..
Bahkan seringkali aku dibuat terbangun dan menangis tengah malam karena ketakutan itu.
Ketakutanku sungguh menyeramkan.

Tuhan Yesus
Malam ini, ijinkan aku tetap berada dalam pelukanMu
Sampai aku kembali terlelap dalam perlindunganMu
kembali ke masa kecil, seorang gadis lugu yang polos
berdoa dengan kata kata sederhana tapi punya iman yang kuat.
tak lagi dihinggapi ketakutan, tak lagi dihinggapi kekuatiran.

Seorang gadis kecil yang selalu berharap penuh kepada BapaNya
Seorang gadis kecil  yang polos penuh keceriaan tanpa kekuatiran dan ketakutan
Seorang gadis kecil yang menyerahkan  pengharapan sepenuhnya hanya kepada BapaNya seorang..
Bapa sorgawi..
Peluk aku malam ini karna aku sangat lelah..
Peluk aku malam ini Tuhan..
Tuhan Yesus peluk aku yang erat, agar damaiMu tak lagi hilang,

Aku ingin kembali menjadi gadis kecilMu yang sepenuhNya memandangMu
Tanpa rasa takut dan kuatir, sampai janjiMu benar benar tergenapi dalam hidupku
Terima kasih Bapa

-anakMu yang manja-

Jumat, April 08, 2016

Pertanyaan-pertanyaan ini ??


Pasangan Hidup = Menikah
Semua nya itu seakan saling berkaitan, Pasangan hidup identik dengan menikah.
Sebenarnya apa sih gunanya menikah? Kenapa sih orang amat sangat ingin untuk menikah? 
Apakah menikah hanya utk melegalkan sesuatu yg dianggap halal & haram?
Bukankah tanpa menikahpun byk orang melakukan sex,
Apakah menikah itu hanya utk melanjutkan keturunan? 
Bahkan tanpa menikahpun orang bisa mempunyai anak.
Apakah menikah itu hanya krn wanita harus melahirkan anak? 
Bukankah tanpa batasan umur wanita bisa untuk mendapatkan anak,
orang selalu bilang menikah sebelum umur segini-segini ntar ketuaan utk punya anak. 
Kalaupun wanita hanya utk reproduksi wanita umur 35 tahun pun masih bisa utk melahirkan.
Jadi apa guna nya menikah? Kenapa orang seperti terburu-buru tentang hal ini?.
Apakah aku terlihat seperti tidak percaya tentang pernikahan? Haha
Aku percaya kog tentang pernikahan tetapi aku hanya tidak menginginkan seperti pernikahan di salah artikan krn berbagai konsep pemikiran orang-orang.
Bagi ku menikah bukan hal yg mudah perlu kesesuaian karakter, agama, pekerjaan dr pasangan dll.
Aku masih tidak diburu-buru untuk menikah, aku masih mempunyai target menikah sekitar 2 tahun lg atau setidakknya sebelum umur 29-30 tahun. 
Atau tahun ini bisa jg, karena kita kan ga tau tentang masa depan kita nanti. 
Teman-teman ku rata-rata memang sdh banyak yg menikah, aku jg sebenarnya menginginkannya tetapi aku memiliki ketakutan tersendiri.

Di umurku yg sekarang ini ya bisa dibilang tidak muda lg dan tidak terlalu tua, anggaplah umur yg cukup dewasa utk menikah, aku seperti ketakutan utk melihat konsep “Pernikahan” itu sendiri.
Aku percaya tentang pernikahan, tetapi aku memiliki ketakutan ttg pernikahan.
Dipikiran aku muncul “Benarkah ini orang nya? Benarkah ini orang yg tepat?
Atau bisakah aku nantinya menjadi ibu atau istri yg baik bagi suami dll”.
Banyak muncul pemikiran seperti itu dan bagiku itu semua seperti cerita horror tentang pernikahan. 

Pemikiran banyak hal yg mesti dipertimbangkan ketika mengambil keputusan utk menikah,
karena menikah itu ga semudah mengucapkan janji suci. 
Karena menikah itu sebagai awal proses kehidupan yg lebih lanjut, pacaran kita ga cocok masih bisa putus tp kalau sudah menikah ga bisa kawin cerai kan, karena menikah cuma sekali seumur hidup. Entahlah ini membingungkan hahahaha
Ketika memutuskan untuk menikah, hal paling utama bagiku adalah Agama, aku tidak akan memulai hubungan yg berbeda agama karena kalau sudah terlalu sayang akan susah melepaskan.
Aku bkn tipe orang yang mau menjual agama hanya demi pasangan hidup.
Aku ga memilih sesorang hanya dr agama nya saja, sama agama tp ga pernah pergi ibadah dan kitab suci nya ga pernah dibaca, sama aja bohong.
Aku mencari seseorang yg takut akan Tuhan, karena ketika orang itu takut akan Tuhan segala sesuatu nya pasti sesuai di koridor Tuhan. Aku bukan seseorang yg alim bgt tp setidaknya nya pasangan hidupku bisa membimbing aku kearah yang lebih baik lg dlm Tuhan.
Hal yang kedua adalah pekerjaan, aku akan memilih seseorang yg pny pekerjaan tetap
ga masalah kalau orang itu cm naik motor atau gimana asal dia pny pekerjaan tetap. 
Seseorang yg mau berumah tangga, pasangan nya hrs pny pekerjaan aku ga mau suami ku ntar cuma numpang hidup dr aku.  
Akan di hidupi apa anak kita nanti kalau pasangan ga bekerja. Aku bukan orang yg matrealistis tp ini realistis, bukankah hidup perlu uang perlu beli ini dan itu. Orang tua ku saja ga pernah pengen aku menderita masa pasangan hidup ku mau membiarkan kehidupanku susah. 
Banyak orang bercerai krn ekonomi jd dr awal aku sudah meantisipasi ttg ini.
Hal ketiga adalah seseorang yang cocok dengan ku,
seseorang itu bisa menempatkan diri nya bisa bercanda dan bisa jg serius sesuai keadaan.
Yang terakhir seseorang itu harus menggangap keluarga ku jg sebagai keluarga nya
menikah itu tidak cuma menyatukan kita berdua tetapi jg kedua keluarga.
Aku cuma berharap ketika aku menemukkan seseorang itu, sesorang yg tepat bagiku. Seseorang yg bisa meyakinkanku dr ketakutan-ketakutanku, seseorang yg bisa membuatku yakin it’s the only one untukku. Berarti dia akan menjadi pasangan yg tepat dari Tuhan, jodoh terbaik yg Tuhan pilihkan utk ku siapapun itu. Aku menantimu.

Don’t get Married because age told you so.
Don’t get Married because you run out of time.
Don’t get Married because people push you.
Don’t get married because of sex.
But get Married when God say “ Yes this is the Time”,
“Yes, He/She is the right Man/woman to be your life partner”.
Because God’s time is Perfect, not too short,
Not too long. Never too early not too late.
It’s just PERFECT.

Kamis, April 07, 2016

My Past..


Dear mantan..
 
Hallo, haha entah kamu membaca ini atau tidak aku cuma mau bilang sesuatu dari hatiku utk kamu.
Oke..first of all, I’m sorry we didn’t make it.
Hubungan dengan mu termasuk bagian yg sangat besar dalam hidup aku.
Terutama krn aku byk berkembang dalam hubungan kita.
Aku pikir hubungan kita bisa terus bersama apalagi kita sudah melewatkan 7 tahun secara bersama-sama. Selama hubungan kita aku sudah sangat berusaha menjadi wanita paling lovable sebisa ku.
Aku sudah berusaha menjadi wanita yg bisa kamu banggakan, yg bisa selalu mendukungmu selama ini. Sayangnya semua nya seakan tidak sejalan..
 
Meski kita tidak bersama lagi, aku mau kamu tau kalau aku berterima kasih krn di dalam hubungan kita selama ini sudah mengajarkan aku arti kesabaran menghadapi segala masalah, bagaimana mengambil keputusan yg tepat dlm hubungan kita, memaafkan, meminta maaf dan menerima kenyataan.

Ya menerima kenyataan kalau hubungan kita selama 7 tahun harus berakhir seperti ini.
Kamu tahu ketika kita awal putus aku seperti hilang arah, aku cuma bisa menangis. 
Aku menangis di kamar mandi karena ga pengen mamah tau kalau aku lagi sedih, menangis dikamar dan seakan makanan ga ada rasanya sama sekali. Ya itu karena kamu.
Sangat berat utk memutuskan berpisah dgn mu krn hubungan yg lama selama ini, karena aku seakan menggantungkan harapan dan hidupku bersama mu selama bertahun-tahun ini. 
Aku seperti menanam buah yg ku siram ku pupuk selama 7 tahun ini setelah berbuah orang lain yg memetik buahnya aku merasa seperti itu, hubungan yg bertahun-tahun seakan terbuang sia-sia.
Seakan waktuku habis terbuang percuma. Tapi inilah kenyataannya dan inilah keputusannya.

Memang sayang utk melepaskan mu, tetapi aku lebih sayang lg dgn perasaan ku.
Hubungan yg tidak sehat yg selalu diisi dgn semua pertengkaran, itu yg membuat ku mengambil keputusan ini.
Kenyataan bahwa tidak semua hal bisa diperbaiki. Bahwa cinta saja tidak cukup utk mendasari sebuah hubungan. Bahwa kita memang lebih baik berpisah dengan keadaan seperti ini. Seindah apapun kenangan kita, semanis apapun perasaan kita, kita berdua harus sadar memang tidak ada masa depan antara kamu dan aku.

Aku berharap di hidup kamu sekarang, kamu bisa berbahagia dgn siapapun itu yg berada disamping mu sekarang ini. Aku juga berharap aku bisa meneruskan hidup seperti kamu bisa meneruskan hidup tanpa aku.
 
Ketika aku menulis ini aku sudah bisa berdiri tegak untuk tidak menoleh ke belakang karena kamu cuma masa laluku. Terimakasih utk semuanya