Senin, Mei 22, 2017

Tidak terlihat dan terasa

Ga terasa hampir 2 tahun menjadi Majelis dan diakon di GKE Banjarbaru, ya walaupun aku memang msh harus belajar lg karena terkadang aku jg gugup kalau mesti tampil dihadapan banyak orang.

Aku adalah seseorang yg menginginkan menjadi tidak terlihat dan terasa.. aku selalu pengen tidak menonjol, ya seperti tidak terdeteksi, pengen menjadi seseorang yg tidak dikenal sama orang lain. Menjalani hidup ku sendiri dgn tidak menjadi terkenal dan dikenal.

Ketika aku menjadi majelis, ini sangat sulit bagi aku karena aku bukan menjadi orang yg biasa tampil. Aku orang yg ketika ke gereja ibadah, selesai gereja pulang. Aku bukan seseorang yg aktif di kegiatan pemuda dan menjadi guru sekolah minggu.

Aku memang ga ikut kegiatan pemuda dan menjadi guru sekolah minggu, tetapi aku selalu ikut kebaktian rumah tangga yg ga ada pemuda nya di kebaktian rumah tangga ini yg slalu aku ikuti. Aku ikut kebaktian Rumah tangga karena aku nganterin mamah jadi aku ikut kebaktian jg, makanya aku dikenal oleh ibu dan bapak-bapak gereja. Dan oleh karena itu aku jd terpilih menjadi majelis dikarenakan di pilih oleh bapak dan ibu-ibu yg kenal aku di kebaktian Rumah tangga tadi.

Aku adalah orang yg ga bs ngomong, dalam artian ga biasa ngomong di depan banyak orang.
Aku dulu bahkan jadi orang aneh yg dikenal mungkin ga bs bersosialisasi. Aku berteman tp ga pny banyak teman. Teman ku ya itu itu aja.

Baru beberapa tahun ini aku mulai bisa sering ngomong sama orang, dari yang ga dikenal sampai yang kenal. Bahkan aku mulai bisa berbasa basi nanyain kabar dll. Dari menjadi majelis ini aku belajar untuk bisa terlatih ngomong sama orang lain jg. 

Kata nya menjadi majelis bisa terkenal dan lebih dikenal orang, tetapi aku bahkan tidak mempunyai motivasi utk terkenal dan dikenal orang banyak. Aku menjadi majelis karena aku ingin melayani Tuhan, ingin menjadikan Tuhan menjadi prioritas di hidup aku.

Katanya menjadi liturgus adalah pelayanan yg tertinggi ketika menjadi majelis dilihat byk orang ketika menjadi pemimpin kebaktian, tp bagi ku ga ada pelayanan kecil, besar, rendah ataupun tinggi..
Ga ada pelayanan yg kecil bagi Tuhan, bahkan kalaupun aku cuma jd penerima tamu, ataupun mengantar surat utk warga jemaat. Aku akan melakukan hal itu dgn senang hati krn itu buat Tuhan.

Tuhan ajarkan aku utk bisa lebih dekat dengan mu secara Rohani, menjadi seseorang yang lebih baik lagi dalam Tuhan.