Aku adalah seseorang yg menginginkan menjadi tidak terlihat
dan terasa.. aku selalu pengen tidak menonjol, ya seperti tidak terdeteksi,
pengen menjadi seseorang yg tidak dikenal sama orang lain. Menjalani hidup ku
sendiri dgn tidak menjadi terkenal dan dikenal.
Ketika aku menjadi majelis, ini sangat sulit bagi aku karena
aku bukan menjadi orang yg biasa tampil. Aku orang yg ketika ke gereja ibadah,
selesai gereja pulang. Aku bukan seseorang yg aktif di kegiatan pemuda dan
menjadi guru sekolah minggu.
Aku memang ga ikut kegiatan pemuda dan menjadi guru sekolah
minggu, tetapi aku selalu ikut kebaktian rumah tangga yg ga ada pemuda nya di
kebaktian rumah tangga ini yg slalu aku ikuti. Aku ikut kebaktian Rumah tangga
karena aku nganterin mamah jadi aku ikut kebaktian jg, makanya aku dikenal oleh ibu
dan bapak-bapak gereja. Dan oleh karena itu aku jd terpilih menjadi majelis
dikarenakan di pilih oleh bapak dan ibu-ibu yg kenal aku di kebaktian Rumah
tangga tadi.
Aku adalah orang yg ga bs ngomong, dalam artian ga biasa
ngomong di depan banyak orang.
Aku dulu bahkan jadi orang aneh yg dikenal mungkin ga bs bersosialisasi. Aku berteman tp ga pny banyak teman. Teman ku ya itu itu aja.
Aku dulu bahkan jadi orang aneh yg dikenal mungkin ga bs bersosialisasi. Aku berteman tp ga pny banyak teman. Teman ku ya itu itu aja.
Baru beberapa tahun ini aku mulai bisa sering ngomong sama
orang, dari yang ga dikenal sampai yang kenal. Bahkan aku mulai bisa berbasa
basi nanyain kabar dll. Dari menjadi majelis ini aku
belajar untuk bisa terlatih ngomong sama orang lain jg.
Kata nya menjadi majelis bisa terkenal dan lebih dikenal
orang, tetapi aku bahkan tidak mempunyai motivasi utk terkenal dan dikenal
orang banyak. Aku menjadi majelis karena aku ingin melayani Tuhan, ingin
menjadikan Tuhan menjadi prioritas di hidup aku.
Katanya menjadi liturgus adalah pelayanan yg tertinggi
ketika menjadi majelis dilihat byk orang ketika menjadi pemimpin kebaktian, tp
bagi ku ga ada pelayanan kecil, besar, rendah ataupun tinggi..
Ga ada pelayanan yg kecil bagi Tuhan, bahkan kalaupun aku cuma
jd penerima tamu, ataupun mengantar surat utk warga jemaat. Aku akan melakukan
hal itu dgn senang hati krn itu buat Tuhan.
Tuhan ajarkan aku utk bisa lebih dekat dengan mu secara
Rohani, menjadi seseorang yang lebih baik lagi dalam Tuhan.
