Pasangan Hidup = Menikah
Semua nya itu seakan
saling berkaitan, Pasangan hidup identik dengan menikah.
Sebenarnya apa sih
gunanya menikah? Kenapa sih orang amat sangat ingin untuk menikah?
Apakah menikah hanya utk melegalkan sesuatu yg dianggap halal & haram?
Bukankah tanpa menikahpun byk orang melakukan sex,
Apakah menikah itu hanya utk melanjutkan keturunan?
Bahkan tanpa menikahpun orang bisa mempunyai anak.
Apakah menikah itu hanya krn wanita harus melahirkan anak?
Bukankah tanpa batasan umur wanita bisa untuk mendapatkan anak,
orang selalu bilang menikah sebelum umur segini-segini ntar ketuaan utk punya anak.
Kalaupun wanita hanya utk reproduksi wanita umur 35 tahun pun masih bisa utk melahirkan.
Apakah menikah hanya utk melegalkan sesuatu yg dianggap halal & haram?
Bukankah tanpa menikahpun byk orang melakukan sex,
Apakah menikah itu hanya utk melanjutkan keturunan?
Bahkan tanpa menikahpun orang bisa mempunyai anak.
Apakah menikah itu hanya krn wanita harus melahirkan anak?
Bukankah tanpa batasan umur wanita bisa untuk mendapatkan anak,
orang selalu bilang menikah sebelum umur segini-segini ntar ketuaan utk punya anak.
Kalaupun wanita hanya utk reproduksi wanita umur 35 tahun pun masih bisa utk melahirkan.
Jadi apa guna nya menikah? Kenapa orang
seperti terburu-buru tentang hal ini?.
Apakah aku terlihat seperti tidak percaya
tentang pernikahan? Haha
Aku percaya kog tentang pernikahan tetapi aku hanya tidak menginginkan seperti pernikahan di salah artikan krn berbagai konsep pemikiran orang-orang.
Aku percaya kog tentang pernikahan tetapi aku hanya tidak menginginkan seperti pernikahan di salah artikan krn berbagai konsep pemikiran orang-orang.
Bagi ku menikah bukan hal yg mudah perlu
kesesuaian karakter, agama, pekerjaan dr pasangan dll.
Aku masih tidak diburu-buru untuk menikah,
aku masih mempunyai target menikah sekitar 2 tahun lg atau setidakknya sebelum
umur 29-30 tahun.
Atau tahun ini bisa jg, karena kita kan ga tau tentang masa depan kita nanti.
Teman-teman ku rata-rata memang sdh banyak yg menikah, aku jg sebenarnya menginginkannya tetapi aku memiliki ketakutan tersendiri.
Di umurku yg sekarang ini ya bisa dibilang tidak muda lg dan tidak terlalu tua, anggaplah umur yg cukup dewasa utk menikah, aku seperti ketakutan utk melihat konsep “Pernikahan” itu sendiri.
Aku percaya tentang pernikahan, tetapi aku memiliki ketakutan ttg pernikahan.
Dipikiran aku muncul “Benarkah ini orang nya? Benarkah ini orang yg tepat?
Atau bisakah aku nantinya menjadi ibu atau istri yg baik bagi suami dll”.
Banyak muncul pemikiran seperti itu dan bagiku itu semua seperti cerita horror tentang pernikahan.
Pemikiran banyak hal yg mesti dipertimbangkan ketika mengambil keputusan utk menikah,
karena menikah itu ga semudah mengucapkan janji suci.
Karena menikah itu sebagai awal proses kehidupan yg lebih lanjut, pacaran kita ga cocok masih bisa putus tp kalau sudah menikah ga bisa kawin cerai kan, karena menikah cuma sekali seumur hidup. Entahlah ini membingungkan hahahaha
Atau tahun ini bisa jg, karena kita kan ga tau tentang masa depan kita nanti.
Teman-teman ku rata-rata memang sdh banyak yg menikah, aku jg sebenarnya menginginkannya tetapi aku memiliki ketakutan tersendiri.
Di umurku yg sekarang ini ya bisa dibilang tidak muda lg dan tidak terlalu tua, anggaplah umur yg cukup dewasa utk menikah, aku seperti ketakutan utk melihat konsep “Pernikahan” itu sendiri.
Aku percaya tentang pernikahan, tetapi aku memiliki ketakutan ttg pernikahan.
Dipikiran aku muncul “Benarkah ini orang nya? Benarkah ini orang yg tepat?
Atau bisakah aku nantinya menjadi ibu atau istri yg baik bagi suami dll”.
Banyak muncul pemikiran seperti itu dan bagiku itu semua seperti cerita horror tentang pernikahan.
Pemikiran banyak hal yg mesti dipertimbangkan ketika mengambil keputusan utk menikah,
karena menikah itu ga semudah mengucapkan janji suci.
Karena menikah itu sebagai awal proses kehidupan yg lebih lanjut, pacaran kita ga cocok masih bisa putus tp kalau sudah menikah ga bisa kawin cerai kan, karena menikah cuma sekali seumur hidup. Entahlah ini membingungkan hahahaha
Ketika memutuskan untuk menikah, hal paling
utama bagiku adalah Agama, aku tidak akan memulai hubungan yg berbeda agama
karena kalau sudah terlalu sayang akan susah melepaskan.
Aku bkn tipe orang yang mau menjual agama hanya demi pasangan hidup.
Aku bkn tipe orang yang mau menjual agama hanya demi pasangan hidup.
Aku ga memilih sesorang hanya dr agama nya saja,
sama agama tp ga pernah pergi ibadah dan kitab suci nya ga pernah dibaca, sama
aja bohong.
Aku mencari seseorang yg takut akan Tuhan, karena ketika orang itu takut akan Tuhan segala sesuatu nya pasti sesuai di koridor Tuhan. Aku bukan seseorang yg alim bgt tp setidaknya nya pasangan hidupku bisa membimbing aku kearah yang lebih baik lg dlm Tuhan.
Aku mencari seseorang yg takut akan Tuhan, karena ketika orang itu takut akan Tuhan segala sesuatu nya pasti sesuai di koridor Tuhan. Aku bukan seseorang yg alim bgt tp setidaknya nya pasangan hidupku bisa membimbing aku kearah yang lebih baik lg dlm Tuhan.
Hal yang kedua adalah pekerjaan, aku akan
memilih seseorang yg pny pekerjaan tetap,
ga masalah kalau orang itu cm naik motor atau gimana asal dia pny pekerjaan tetap.
Seseorang yg mau berumah tangga, pasangan nya hrs pny pekerjaan aku ga mau suami ku ntar cuma numpang hidup dr aku.
Akan di hidupi apa anak kita nanti kalau pasangan ga bekerja. Aku bukan orang yg matrealistis tp ini realistis, bukankah hidup perlu uang perlu beli ini dan itu. Orang tua ku saja ga pernah pengen aku menderita masa pasangan hidup ku mau membiarkan kehidupanku susah.
Banyak orang bercerai krn ekonomi jd dr awal aku sudah meantisipasi ttg ini.
ga masalah kalau orang itu cm naik motor atau gimana asal dia pny pekerjaan tetap.
Seseorang yg mau berumah tangga, pasangan nya hrs pny pekerjaan aku ga mau suami ku ntar cuma numpang hidup dr aku.
Akan di hidupi apa anak kita nanti kalau pasangan ga bekerja. Aku bukan orang yg matrealistis tp ini realistis, bukankah hidup perlu uang perlu beli ini dan itu. Orang tua ku saja ga pernah pengen aku menderita masa pasangan hidup ku mau membiarkan kehidupanku susah.
Banyak orang bercerai krn ekonomi jd dr awal aku sudah meantisipasi ttg ini.
Hal ketiga adalah seseorang yang cocok
dengan ku,
seseorang itu bisa menempatkan diri nya bisa bercanda dan bisa jg serius sesuai keadaan.
seseorang itu bisa menempatkan diri nya bisa bercanda dan bisa jg serius sesuai keadaan.
Yang terakhir seseorang itu harus
menggangap keluarga ku jg sebagai keluarga nya,
menikah itu tidak cuma menyatukan kita berdua tetapi jg kedua keluarga.
menikah itu tidak cuma menyatukan kita berdua tetapi jg kedua keluarga.
Aku cuma berharap ketika aku menemukkan
seseorang itu, sesorang yg tepat bagiku. Seseorang yg bisa meyakinkanku dr
ketakutan-ketakutanku, seseorang yg bisa membuatku yakin it’s the only one
untukku. Berarti dia akan menjadi pasangan yg tepat dari Tuhan, jodoh terbaik
yg Tuhan pilihkan utk ku siapapun itu. Aku menantimu.
Don’t get Married because age told you so.
Don’t get Married because you run out of time.
Don’t get Married because people push you.
Don’t get married because of sex.
But get Married when God say “ Yes this is the Time”,
“Yes, He/She is the right Man/woman to be your life
partner”.
Because God’s time is Perfect, not too short,
Not too long. Never too early not too late.
It’s just PERFECT.